Dr+Water
Sabtu, 24 November 2018
Senin, 23 September 2013
Segoro Bening
Istilah ini pertama saya dengar dari sahabat saya yang mau menamakan anaknya segoro bening. Rasa penasaranpun membuncah. Apa makna dibalik istilah tersebut. Tidak pernah saya tanyakan langsung kepada yang bersangkutan. Karena setiap ketemu terlarut dalam romantisme saat manjadi aktivis mahasiswa. Atau saling bertanya tentang pengalaman hidup masing-masing.Dan nama itu akhirnya tidak jadi disematkan pada anaknya karena perempuan.
Entah kenapa saya juga pingin memakai nama tersebut untuk anak saya jika lahir. Sayang, saat anak saya lahir banyak ditentang keluarga. Katanya terlalu aneh dan nyleneh. Akhirnya tidak jadi juga.
Tapi saya masih penasaran dengan nama itu. Rencannya nama itu akan saya jadikan nama perusahaan. PT. Segoro Bening. Keren kayaknya. Entah bidang apa nanti. Tapi cita-cita itu kuat dan sudah muntub muntub di ubun ubun.
Suatu ketika ketemu teman saya yang pinter banget. Pinter sebenarnya. Bukan wong pinter sebagaimana dukun. Dia selalu tahu apapun. Dia memang jenius. Jarang membaca. Tapi banyak pengetahuannya. Saya menghormatinya selayaknya guru. Katanya, segoro bening itu simbol tingkatan spiritual yang tinggi. Yang konon dimiliki para waliullah.
Segoro atau samudra adalah sebuah tempat yang oleh agama dihalalkan segala yang ada didalamnya. Bahkan bangkai sekalipun. Kecuali bangkai manusia. Segoro atau samudra adalah bagian dibumi yang tidak bisa direduksi. Tidak pernah menyempit. Cenderung meluas. Segala yang kotor pada akhirnya menepi. Misal sampah-sampah akan terbawa ombak dan menepi ke pantai. Sahabat saat tenang. Tempat berekreasi dan berlayar. Tapi bisa menjadi malah petaka saat tsunami. Dalamnya tidak bisa ditebak. Dan sampai sekarang masih misteri dalamnya dasar samudra yang terdalam.
Segoro itu hati. Dia seluas samudera. Isinya bermacam macam. Kebaikan dan keburukan. Dalamnya, alamak. Siapa yang bisa menduga.
Jadi segoro bening itu adalah hati yang jernih. Orang baik belum tentu hatinya jernih. Bisa jadi pencitraan. Atau hanya menjaga relasi dengan orang lain. Hati yang jernih terpancar dari kepribadiannya yang jujur. Jujur pada diri sendiri, orang lain dan Tuhannya. Allah SWT. Jika sudah jujur sama Tuhannya, apalagi yang disembunyikan olehnya?
Langkah kaki adalah nuraninya. Ucapannya adalah kebenaran. Selalu dibawah bimbingan Nya. Bimbingan Allah SWT.
Wallahul A'lam Bish Showab.
Langganan:
Postingan (Atom)
